Pembunuhan adalah suatu tindakan untuk menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum. Pembunuhan biasanya dilatarbelakangi oleh bermacam-macam motif, misalnya politik, kecemburuan, dendam, membela diri, dan sebagainya. Pembunuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang paling umum adalah dengan menggunakan senjata api atau senjata tajam. Pembunuhan dapat juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahan peledak, seperti bom.
Contoh video pembunuhan:
Berikut beberapa contoh kasus pembunuhan di indonesia:
1.RIO ALEX BULO (RIO MARTIL)
Dia terbukti mencabut nyawa lima orang dan sekali melakukan percobaan pembunuhan. . Bidikan pertama Rio adalah Surabaya. Dengan martil mautnya, dia menghabisi pengusaha rental mobil dan menggondol sedan Mercy. Di Semarang, Rio melarikan Izusu Panther setelah menggetok mati dua orang dengan martil kesayangannya. Di Yogya, percobaan pembunuhannya gagal. Rio tak putus asa. Pada 12 Januari 2001, Rio menghabisi Jeje Suraji di Baturaden, Banyumas. Dia menggondol sedan Timor milik Jeje yang disewanya dari Bandung. Pria yang sudah beranak-istri ini menghabiskan masa hukumannya di salah satu LP di Nusakambangan yaitu LP Permias.Pada Desember 2004, Iwan Zulkarnaen, koruptor Rp 40 miliar dan divonis 16 tahun, dibui di LP yang sama. Karena sama-sama pernah mengecap tanah Sulawesi, Rio dan Iwan cepat akrab. Bahkan Iwan pun mengajari Rio mengaji. Cocok dengan niat Rio untuk bertobat. Tapi rupanya ‘bakat’ membunuh itu tak juga sirna dari Rio. Hanya karena diledek Iwan bahwa dia hanya bertaji di luaran saja, Rio naik pitam. Segera dia hantamkan kepala guru mengajinya itu ke tembok sel. Dia menghabisi nyawa Iwan dengan tangan kosong, tanpa sang martil maut. Dia masuk LP pada 2 Agustus 2004 dieksekusi 8 agustus 2008 (08-08-08 tanggal eksekusinya kaya no cantik )
2. Kasus pembunuhan keluarga di Pulomas di Jakarta Timur
. Tanggal 27 Desember 2016, warga Pulomas, Jakarta Timur digegerkan dengan penemuan 11 orang di sebuah kamar mandi di rumah nomor 7A di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur. Setelah cukup lama disekap dan mengakibatkan kekurangan oksigen, 6 orang tewas di ruangan berukuran 1,5 m x 1,5 m tersebut. Korban adalah pemilik rumah Dodi Triono (59) dan dua putrinya Diona Arika (16) dan Dianita Gemma (9). Motif pelaku pembunuhan adalah tergiur harta. Dua pelaku yakni Ridwan dan Erwin berhasil ditangkap dan divonis hukuman mati. Sedangkan pelaku lain Ramlan mati ditembak mati karena mencoba melawan saat akan ditangkap polisi.
3. Kasus pembunuhan orangtua dan istri di Cirebon.
Kasus pembunuhan yang terjadi pada satu keluarga di Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Cirebon, Jawa Barat ramai jadi perbicangan publik. Pasalnya pelaku pembunuhan adalah sang kepala keluarga. Pelaku bernama Agus (38) dengan tega mengabisi nyawa anggota keluarganya. Korban yang meninggal yakni ibu pelaku Sumarni (64) dan istri pelaku Rawiyah (33). Tiga hari sebelum kejadian, tetangga sempat mengungkapkan jika Agus sibuk mengasah pisaunya. Banyak rumor yang menyebutkan motif Agus membunuh anggota keluarganya karena alasan warisan. Di keluarga, Agus mendapatkan warisan yang paling sedikit dari orangtuanya. Sehingga dirinya merasa tak terima.
4. Kasus pembunuhan majikan di Banda Aceh.
Hanya karena sakit hati atas sebuah ucapan, Ridwan secara sadis membunuh majikan dan keluarganya. Korban adalah Tjie Sun alias Asun (48), istri Asun, Minarni (40) dan anak Asun, Calliestos NG (8). Ridwan menghabisi nyawa majikannya dengan cara menggorok leher korban di ruko milik korban. Akibat pembunuhan berencana ini, Ridwan dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh.
5. Kasus pembunuhan sekeluarga di Sumatera Utara.
Bermula dari kalimat, 'Pasukan Gajah wes teko' atau 'pasukan gajah datang', Agus Hariadi tega menghabisi nyawa Muhajir (49), istrinya Suniati, dan putranya M. Solihin (12). Agus mengaku menyimpan dendam kepada Suniati sering mengejeknya dengan sebutan pasukan gajah lantaran bertubuh besar. Agus beraksi tak sendiri. Ia mengajak teman lainnya berinsial R untuk melancarkan rencananya. Kronologinya, Agus kala itu datang ke rumah Muhajir untuk meminjam uang. Setelah Muhajir mengambil uang, Agus tiba-tiba memukul kepala Muhajir dengan gagang pistol. Kemudian pelaku membawa Muhajir, anak dan istri korban yang saat itu masih hidup untuk dibuang ke Sungai Belumai, Tanjungmorawa. Selang beberapa hari, Muhajir ditemukan tewas di Sungai Blumei. Jasad putranya Solihin ditemukan 3 hari kemudian di sungai yang sama. Sedangkan istrinya ditemukan mengapung di perairan laut Batu Bara.
6. Kasus pembunuhan sekeluarga di Bekasi.
Baru-baru ini, kasus pembunuhan satu keluarga warga Jalan Bojong Nangka 2 RT 3 RW 7, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi tengah jadi sorotan publik. Polisi mengidentifikasi korban bernama Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37) dan dua anaknya berinisial S (7) dan A (7). Hanya butuh tiga hari, polisi menemukan tersangka bernama Haris Simamor di wilayah Garut, Jawa Barat. Tersangka pembunuhan masih kerabat korban. Seperti diketahui Haris merupakan adik dari istri Diperum Nainggolan. Ia juga kerap bermalam di rumah korban. Haris melakukan aksi kejinya menggunakan linggis. Haris mengungkapkan motif pembunuhan terhadap keluarga Diperum lantaran sakit hati karena kerap dimarahi korban. "Sering dimarahi (motifnya)," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono.
7.ROBOT GEDEK
Siswanto atau dikenal sebagai Robot Gedek (1965?-26 Maret 2007) adalah terhukum karena perbuatan kriminal berupa sodomi disertai pembunuhan anak kecil di sekitar Jakarta dan Jawa Tengah pada rentang waktu 1994-1996 dengan korban 12 orang anak. selain disodomi robot gedek juga memutilasi korbannya dan merobek isi perut korbannya untuk dia ambil dan dilakukan untuk pemenuhan hasrat seksualnya. Karena perbuatannya itu perbuatannya ia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan, namun sebelum menjalani hukuman, ia meninggal dunia karena serangan jantung pada tanggal 26 Maret 2007
8.VERRY IDHAM HENYAKSAH (RYAN JOMBANG)
Very Idham Henyansyah, atau dikenal dengan panggilan Ryan (lahir di Jombang, 1 Februari 1978; umur 32 tahun) adalah seorang tersangka pembunuhan berantai di Jakarta dan Jombang. Kasusnya mulai terungkap setelah penemuan mayat termutilasi di Jakarta. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, terungkap pula bahwa Ryan telah melakukan beberapa pembunuhan lainnya dan dia mengubur para korban di halaman belakang rumahnya di Jombang. Kasus ini dimulai dengan ditemukannya tujuh potongan tubuh manusia di dalam dua buah tas dan sebuah kantong plastik di dua tempat di dekat Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan pada Sabtu pagi tanggal 12 Juli 2008. Korban adalah Heri Santoso (40), seorang manager penjualan sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Heri dibunuh dan dimutilasi tubuhnya oleh Ryan di sebuah apartemen di Jalan Margonda Raya, Depok. Pengakuan Ryan, dia membunuh Heri karena tersinggung setelah Heri menawarkan sejumlah uang untuk berhubungan dengan pacarnya, Noval (seorang laki-laki). Jejak Ryan dan Noval dapat terlacak setelah mereka berdua menggunakan kartu ATM dan kartu kredit Heri untuk berfoya-foya.Setelah media memberitakan kasus mutilasi yang dilakukan Ryan, banyak masyarakat melaporkan kerabat mereka yang hilang setelah sebelumnya diketahui bersama Ryan. Polisi akhirnya membongkar bekas kolam ikan di belakang rumah orang tua Ryan di Jombang dan menemukan empat tubuh manusia di dalamnya, sebagian besar sudah tinggal kerangka. Ryan kemudian juga mengakui pembunuhan enam orang lainnya dan tubuh mereka ditemukan ditanam di halaman belakang rumah yang sama. Sehingga total sudah ditemukan sebelas korban pembunuhan Ryan.
Mengapa saya tertarik untuk mengulas hal ini di blog saya?
Ya, kerena menurut saya kasus kasus pembunuhan seperti ini sangat menarik untuk di Baca karna penuh misteri dan dipenuhi berbagai motif yang bermacam macam oleh Pulau. Sebenarnya motif motif yang diucapkan pelaku juga ada yang bisa di terima seperti motif pelaku yang membunuh satu keluarga di Sumatera Utara si pelaku tidak terima atas ejekan yang diterima dia setiap hari sehingga amarahnya memuncak dan terjadilah hal tersebut . Jadi buat teman teman jangan suka membully Ya atau mengejek orang lain.
Jadi teman teman, kesimpulannya pembunuhan merupakan suatu hal yang tidak Ada baiknya sama sekali apapun masalahnya yang kita hadapi kita harus melewatinya dengan kepala dingin dan jangan tergesa gesa mengambil Keputusan.
Ingat Tuhan Yesus juga mengatakan kepada kita "Jangan membunuh" Melainkan tuhan menyuruh kita untuk saling mengasihi sesama mahluk hidup.
sekian terimakasih.
